Wednesday, June 8, 2011

Pergi ke pabrik pensil Staedtler


Tanggal 8/6/11, klub Oase Homeschooling pergi ke PT. Staedtler Indonesia. Oase Homeschooling pergi kesana menaiki bus. Dan di bus kami diberi games tentang Staedtler, siapa yang berhasil menjawab akan diberikan hadiah. selama menaiki bus, kami akan berhenti di rest area di dekat Tol untuk menjemput anggota lain.

Ketika kami sudah sampai di PT. Staedtler indonesia, Klub Oase Homeschooling disambut dengan tenda raksasa yang di dalamnya dipasang layar tancap untuk menampilkan sejarah Staedtler. beberapa menit kemudian kami disambut direktur PT. Staedtler Indonesia yang menjelaskan bagaimana Staedtler berawal, dan aturan-aturan ketika masuk ke dalam.

Sejarah Staedtler

Staedtler pertama kali ditemukan oleh Johann Sebastian Staedler tahun 1835. Jauh sebelum Johann Sebastian Staedtler mendirikan perusahaannya, nenek moyangnya, Friedrich Staedtler, adalah pengerajin pensil


Ketika kami memasuki pabrik, kami melihat kardus-kardus berisi kayu jelutung untuk kayu pensil dan cat untuk mencat pensil. Pertama, kayu dipotong untuk dipotong lebih kecil lagi. kedua, melalui mesin bergerigi halus untuk memberi alur bagi grafit (lead) yang sebelumnya diberi lem. kemudian, kayu ditutup dengan potongan kayu yang lain. Ketiga, pensil diberi warna (biru, putih, hitam,) dan ketika pensil keluar dari mesin, cat sudah dalam keadaan kering dan boleh disentuh. keempat, pensil diberi tulisan "Staedtler Mars lumograph" yang terbuat dari alumunium dan kemudian tulisan 2B yang juga terbuat dari alumunium. dan saat kembali ke tenda, Klub Oase Homeschooling mengadakan penanaman pohon jelutung yang berfungsi sebagai kayu pensil. kemudian kami akan menilai kunjungannya dengan memasukkan kartu merah yang berarti kunjungan kurang bagus sedangkan kartu hijau kunjugan berarti sangat bagus.

Dan ketika kami pulang dengan bus, kami tidak diberi game kembali.

1 comment:

  1. Nenek moyangnya boleh cuman pengrajin pencil. E anak cucunya bisa buat pabrik kelas dunia. Semoga bisa kita tiru.

    ReplyDelete